Materi43 - Rahasia Doa Nabi yang Mengandung Makna Tawakal Di antara bukti tawakal adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa sebelum tidur. Adapun doa sebelum tidur ada banyak, di antaranya doa: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ "Ya Allah, aku serahkan jiwaku kepadaMu," jelas ini kalimat tawakal. وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ - Ceramah kultum Ramadhan singkat 2022 hari ke-22 bertema tentang waktu-waktu mustajab terkabulnya dalam agama Islam merupakan kegiatan meminta permohonan kepada Allah SWT dan ini adalah salah satu cara berkomunikasi yang bisa dilakukan seorang hamba kepada sang berdoa bisa dilakukan kapan dan di mana saja, namun terdapat waktu-waktu yang mustajab atau waktu terbaik memanjatkan Kultum Ramadhan Singkat 2022 Hari ke-22 Allah SWT berfirmanوَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَWa qoola Rabbukumud 'uuniii astajib lakum; innal laziina yastakbiruuna an 'ibaadatii sa yadkhuluuna jahannama daakhiriinArtinya Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." QS. Al-Ghafir 60Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya. Jika kita berdoa, niscaya Dia akan memperkenankan doa dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda yang maknanya"Nabi saw ditanya orang, 'Ibadah manakah yang paling utama? Beliau menjawab, 'Doa seseorang untuk dirinya." Riwayat al-BukhariBerdasarkan hadis di atas, maka doa dalam ayat ini dapat diartikan dengan ibadah. Lalu kapan saja waktu yang mustajab agar doa-doa kita dikabulkan?Di antara waktu-waktu tersebut yakni antara azan dan ikamah, jelang sore hari, usai Salat Subuh, saat Salat Jumat, antara khotbah pertama dan kedua Salat Jumat, saat turunnya hujan, saat dizalimi orang lain, dan saat dengan bulan Ramadan yang merupakan bulan mulia dan termasuk salah waktu mustajab berdoa, maka kita dapat meningkatkan semangat berdoa di bulan ini. Berdoa yang dimaksud tentu saja dilakukan dengan niat yang ikhlas memohon kepada Allah SWT dan bersungguh-sungguh sembari memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan di masa artikel Misliyani berjudul "Waktu-Waktu yang Mustajab untuk Berdoa" dituliskan bahwa pada bulan Ramadan, ada banyak keberkahan yang bisa peroleh, salah satunya adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa ketika sedang sabda Rasulullah Saw.“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” HR. Tirmidzi.Kemudian pada saat malam Lailatulqadar juga menjadi waktu yang mustajab terkabulnya doa. Malam ini lebih utama dari 1000 firman Allah SWT“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” QS Al-Qadr [97] 3.Pada malam ini, kita dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah “Aku bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda, “Berdoalah Allâhumma innaka afuwwun, tuhibbul afwâ fa’fu annî Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’” HR. Tirmidzi.Selain pada waktu berbuka puasa dan malam Lailatulqadar, waktu-waktu lain yang mustajab untuk berdoa antara lain ketika sepertiga malam terakhir, saat azan berkumandang, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, ketika turun hujan, dan saat kondisi hati sedang juga Ceramah Kultum Ramadhan Singkat 2022 Hari ke-20 I'tikaf Kultum Ramadan 2022 Hari ke-19 Keutamaan Melaksanakan Qiyamul Lail - Sosial Budaya Penulis Dhita KoesnoEditor Addi M Idhom Orangmati hanya bisa menunggu doa dari yang hidup. Karena itu, bagi kita yang masih hidup berdoalah sebanyak-banyaknya. Termasuk mendoakan saudara-saudara kita yang sudah mati. Orang mati hanya mengandalkan aliran pahala kebaikan yang pernah ia lakukan. Salah satunya adalah dari sedekah jariyah.
Kumpulan Bacaan Doa Pembuka & Penutup Khotbah Jumat dan Ceramah - Tausiyah. DALAM Khotbah Jumat atau ceramah agama Islam, bacaan doa iftitah merupakan doa pembuka itu, kita menyampaikan pujuan kepada Allah SWT hamdalah dan sholawat kepada Nabi Muhammad Rasulullah hamdalah dan sholawat merupakan bagian dari rukum rukun khutbah selengkapnya1. Mengucapkan Hamdallah Alhamdulillah2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW3. Berwasiat untuk Takwa4. Membaca Ayat Al-Qur'an5. Berdoa untuk kaum MukmininBerikut ini koleksi doa atau bacaan pembuka, iftitah, mukadimah, serta penutup Khotbah Jumat yang bisa menjadi pegangan para khotib pembuka khutbah atau ceramah ada ringkas pendek, sedang, ada juga yang Doa Pembuka & Penutup Khotbah Jumat dan CeramahDoa Pembuka Pendek 1الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وآله وصحبه.. وبعدDoa Pembuka Pendek 2الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، سيدنا ونبينا محمد، وعلى آله وصحبه وسلم. أما بعـدDoa Pembuka Pendek 3الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وعلى آله وصحبه وسلمDoa Pembuka Pendek 4الْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَمَّا بَعْدَهُDoa Pembuka Pendek 5الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُDoa Pembuka Panjang 1الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ Doa Pembuka Panjang 2الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُهاللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍDoa Pembuka Panjang 3إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًىDoa Pembuka Panjang 4اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ بِهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛Doa Pembuka Panjang 5الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. امابعدفَيَاآيُّهَا الْحأضِرُوْنَ الْكِرَامِ . اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَDoa Pembuka Panjang 6إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعدDoa Pembuka Panjang 7اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛Doa Pembuka Panjang 8اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ واليقينِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد،ٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِين، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيِن، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُDoa Penutup Khotbah Jumat Pertamaبَارَكَ اللهُ لِي وَلكُمْ فِى الْقُرآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ , وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ Doa Penutup Khotbah Jumatاَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ ٱلْوَهَّابُرَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَرَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعينسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَوَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَDemikian Koleksi Bacaan Doa Pembuka & Penutup Khotbah Jumat dan Ceramah. Semoga bermanfaat.
BukuMateri Ceramah Setahun ini juga dapat digunakan sebagai taushiyah harian keluarga, kajian di perkantoran, maupun kultum harian di masjid. Doa 102 3. Adab-Adab Berdoa 104 4. Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya 107 Tentang Sakit dan Ia Dapat Menghapuskan Kesalahan-Kesalahan 384 4. Haramnya Khianat dan Ancaman Terhadapnya 386 loading...Mukmin yang taat kepada Allah senantiasa berdoa kepada Allah, tidak perduli apakah doa itu diperkenankan atau tidak. Foto/Ist Kedudukan berdoa sangat tinggi dalam Islam. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa doa merupakan senjata kaum mukmin dan intisari dari ibadah. Setiap muslim tak pandang derajat dan pangkat semuanya diperintahkan supaya banyak-berdoa kepada Allah baik siang dan malam. Meremehkan doa bukanlah sikap seorang mukmin dan mereka yang enggan berdoa merupakan kesombongan. Orang yang berdoa seolah-olah bermunajat berbicara dengan Allah, berbisik dengan-Nya dengan kalimat yang sopan, merendah, sebagaimna orang miskin meminta kepada orang-orang dengan khusyu' dan tawadhu sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak dalil yang menganjurkan supaya manusia berdoa kepada Allah. Berikut keutamaan berdoa berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis 1. Surat Al-Ghafir Ayat 60وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ"Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." QS Ghafir 60Allah berjanji akan memperkenankan doa hamba-Nya, akan tetapi Dia tidak menetapkan waktu diperkenankan-Nya itu. Bagi kita umat Islam wajib ikut perintah, tentang soal memper­kenankan itu terserah kepada kebijaksanaan Surat Al-A'raf Ayat 55اُدۡعُوۡا رَبَّكُمۡ تَضَرُّعًا وَّخُفۡيَةً‌ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ‌"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. QS Al-A'raf 55Dalam ayat ini, Allah menyuruh sekalian manusia supaya berdoa memohon dan merninta kepada-Nya dengan berendah din dan dengan suara hati yang lunak lembut yang terbit dari lubuk hati yang yang tidak mau berdoa atau orang yang menentang pada doa dianggap oleh Allah sebagai orang yang melampaui batas, na'udzubillah!3. Surat Al-A'raf Ayat 29وَاَقِيۡمُوۡا وُجُوۡهَكُمۡ عِنۡدَ كُلِّ مَسۡجِدٍ وَّادۡعُوۡهُ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ ؕ"...Hadapkanlah wajahmu kepada Allah pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya." Al-A'raf 29Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar sekalian manusia berdoa kepada-Nya dan mengikhlaskan doa itu hanya untuk-Nya. Ternyata doa adalah ibadah, sama dengan ibadah-ibadah yang lain, sangat berfaedah apabila Surat Al-Baqarah Ayat 186وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىۡ عَنِّىۡ فَاِنِّىۡ قَرِيۡبٌؕ اُجِيۡبُ دَعۡوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ…"Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu Hai Muhammad tentang Aku, maka katakanlah kepada mereka bahwa Aku adalah dekat kepadanya dan Aku memperkenankan doa orang yang berdoa kepada-Ku." QS Al-Baqarah 186 Diantaradoa kita pada orang tua adalah : "robbil firli wali wa lidaya war hamhumma kama robbayani soghiro". Menjaga ucapan kita agar tetap sopan, nada bicara jangan terlalu tinggi, jangan membentak, jangan menolak ketika diperintah. Jika tidak bisa, katakan dengan baik alasannya, jangan menggerutu.
- Bulan Ramadhan memang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Namun, tak terasa Ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Oleh karena itu, renungan akhir Ramadhan menjadi penting bagi umat muslim. Renungan ini akan membantu kita mengisi akhir Ramadhan dengan ibadah yang benar dan tulus. Untuk membantu para pemberi tausiah dalam memberikan ceramah kuliah subuh, brerikut merupakan materi kuliah subuh singkat mengenai doa dan renungan akhir Ramadhan lengkap dengan doa-doa yang diutamakan. Makna dan Pentingnya Renungan Akhir Ramadhan Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat. Mari kita manfaatkan momen ini untuk merenungkan akhir Ramadhan. Ramadhan adalah kekasih hati yang datangnya kita rindukan dan perginya tak kita inginkan. Namun, manusia mudah lupa dan lalai. Banyak hal yang terlewatkan selama bulan puasa. Karenanya, renungan akhir Ramadhan sangat penting. Renungan ini akan membawa kita pada kesempurnaan puasa dengan melakukan iktikaf di dalam masjid, bertaubat dengan sungguh-sungguh, dan tetap bersemangat menjalani akhir hari-hari puasa di bulan Ramadhan. Baca Juga Promo Ramadhan! Harga Xiaomi 12T 5G Anjlok Jadi Makin Murah, Cek Update April 2023 Tak lupa, ibadah dan amalan yang telah kita upayakan selama Ramadhan harus tetap dilanjutkan meski bulan suci telah usai. Marilah kita jadikan ibadah dan amalan puasa sebagai kebiasaan yang membawa kita pada kedekatan dengan Allah yang Esa. Doa untuk Menjelang Akhir Ramadhan Pada kesempatan ini, marilah kita baca bersama-sama doa menjelang akhir Ramadhan yang biasanya dibaca oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. "Allahumma la taj'al akhiral'ahdi min shiyamina iyyahu, fain ja'altahu fa'jalni marhuma, wa la taj'alni mahruma." Artinya "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun Engkau mentakdirkan ini Ramadan terakhir, jadikanlah aku orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan Engkau jadikan aku orang yang malang."
JikaAnda memerlukan refernsi materi ceramah Ramadhan 1443 H tentang malam Lailatul Qadar, simak melalui artikel ini. Doa Sholat Dhuha Arab, Latin dan Arti, Baca Agar Rezeki Melimpah Minggu, 31 Juli 2022 | 19:00 WIB. Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Doa Berbuka: Arab, Latin, Arti dan Keutamaan
KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN DO’AOleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih1. Do’a adalah ibadah berdasarkan firman Allah وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ“Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. [Ghafir/40 60].Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Syaikh Taqiyuddin Subki berkata Yang dimaksud doa dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat permohonan, dan ayat berikutnya an ibaadatiy menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau demikian ancaman ditujukan kepada orang yang meninggalkan doa karena sombong dan barangsiapa melakukan perbuatan itu, maka dia telah kafir. Adapun orang yang tidak berdoa karena sesuatu alasan, maka tidak terkena ancaman tersebut. Walaupun demikian memperbanyak doa tetap lebih baik daripada meninggalkannya sebab dalil-dalil yang menganjurkan berdoa cukup banyak. [Fathul Bari 11/98].Dari Nu’man bin Basyir bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ ” Doa adalah ibadah“, kemudian beliau membaca ayat اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu“. [Ghafir/40 60].Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata Sebaiknya hadits Nu’man di atas difahami secara arti bahasa, artinya berdoa adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. Dalam ayat ini orang yang tidak mau tunduk dan berserah diri kepada Allah disebut orang-orang yang sombong, sehingga berdoa mempunyai keutamaan di dalam ibadah, dan ancaman bagi mereka yang tidak mau berdoa adalah hina dina. [Fathul Bari 11/98].Catatan Hadits yang berbunyi الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ “Doa adalah initi ibadah” [Hadits Dhaif. Didhaifkan Al-Albani, Ta’liq ala Misykatul Masabiih 2/693 No. 2231]2. Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa“. [Sunan At-Timidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362].Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits tersebut adalah tidak ada sesuatu ibadah qauliyah ucapan yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa, sebab membandingkan sesuatu harus sesuai dengan substansinya. Sehingga pendapat yang mengatakan bahwa shalat adalah ibadah badaniyah yang paling utama sehingga hal ini tidak bertentangan dengan firman اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu“. [Al-Hujurat/49 13].3. Allah murka terhadap orang-orang yang meninggalkan doa, berdasarkan hadits bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam لَمْ يَسْأَلْ الله غَضَبَ اللهُ عَلَيْهِ“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya“. [Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/267-268].Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan bahwa Imam At-Thaibi berkata “Makna hadits di atas yaitu barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan murka begitu pula sebaliknya Dia sangat senang apabila diminta hamba-Nya”. [Fathul Bari 11/98]Imam Al-Mubarak Furi berkata bahwa orang yang meninggalkan doa berarti sombong dan merasa tidak membutuhkan At-Thaibi berkata bahwa Allah sangat senang tatkala dimintai karunia-Nya, maka barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka berhak mendapat hadits di atas menunjukkan bahwa permohonan hamba kepada Allah merupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama, karena menghindar dari murka Allah adalah suatu yang menjadi keharusan. [Mura’atul Mashabih 7/358]4. Doa mampu menolak takdir Allah, berdasarkan hadits dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الْدُعَاءُ“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa“. [Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306]Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud adalah, takdir yang tergantung pada doa dan berdoa bisa menjadi sebab tertolaknya takdir karena takdir tidak bertolak belakang dengan masalah sebab akibat, boleh jadi terjadinya sesuatu menjadi penyebab terjadi atau tidaknya sesuatu yang lain termasuk takdir. Suatu contoh berdoa agar terhindar dari musibah, keduanya adalah takdir Allah. Boleh jadi seseorang ditakdirkan tidak berdoa sehingga terkena musibah dan seandainya dia berdoa, mungkin tidak terkena musibah, sehingga doa ibarat tameng dan musibah laksana panah. [Mura’atul Mafatih 7/354-355].Syaikh Utsaimin ditanya “Kita sering mendengar orang berdoa Ya Allah kami tidak memohon agar takdir kami dirubah akan tetapi kami meminta kelembutan dalam takdir tersebut. Apakah doa tersebut dibolehkan .?”Jawaban Berdoa seperti itu dilarang dan haram sebab doa bisa merubah takdir seperti yang telah disebutkan dalam hadits di atas. Bahkan orang yang berdoa seperti itu menantang Allah dan seakan mengatakan “Ya Allah takdirkanlah kepadaku apa saja yang Engkau kehendaki tetapi berilah kelembutan dalam takdir tersebut”.Seharusnya orang yang berdoa berketetapan hati dalam doanya, seperti berdoa Ya Allah kami memohon rahmat-Mu dan kami berlindung dari siksaan-Mu, dan doa semisalnya. Apabila seorang berdoa kepada Allah agar tidak dirubah takdirnya, maka apa manfaatnya sementara doa bisa merubah takdir, dan bisa jadi takdir tersebut hanya bisa berubah lantaran doa. Yang penting doa tersebut di atas tidak boleh dan hendaknya dihindarkan serta barangsiapa yang mendengar doa seperti itu sebaiknya menasehatinya. [Liqa’ Babul Maftuh 5/45-46]5. Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdoa berdasarkan hadits Nabi bahwasanya beliau Shallallahu alaihi wa sallam النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ“Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam“. [Al-Haitsami, kitab Majma’ Az-Zawaid. Thabrani, Al-Ausath. Al-Mundziri, kitab At-Targhib berkata Sanadnya Jayyid bagus dan dishahihkan Al-Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601].Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud dengan Ajazu an-naasi adalah orang yang paling lemah akalnya dan paling buta penglihatan hatinya, dan yang dimaksud dengan Min ajzin an ad-dua’i adalah lemah memohon kepada Allah terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia meninggalkan perintah-Nya padahal berdoa adalah perkerjaan yang sangat ringan.[Faidhul Qadir 1/556].Ahli syair berkata. Janganlah kamu meminta kepada manusia, memintalah kepada Dzat yang pintu-Nya tidak pernah akan murka jika engkau tidak meminta-Nya, sementara manusia marah jika sering diminta. Syair di atas menjadi bantahan terhadap anggapan bahwa yang lebih baik tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan berdoa, barangsiapa yang meninggalkan doa berarti menentang perintah Allah dan barangsiapa yang melaksanakan berarti telah memenuhi perintah-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran“. [Al-Baqarah/2 186].Syaikh Sa’di mengatakan bahwa ayat di atas sebagai jawaban atas pertanyaan para sahabat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mereka bertanya Wahai Rasulullah, apakah Allah dekat sehingga kami memohon dengan berbisik-bisik ataukah Dia jauh sehingga kami memanggil-Nya dengan berteriak ? Maka turunlah ayat Allah. [Tafsir At-Thabari dan didhaifkan oleh Imam Ahmad 3/481].“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat”. Karena Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Menyaksikan terhadap sesuatu yang tersembunyi, rahasia dan mengetahui perubahan pandangan mata serta isi hati. Allah juga dekat dengan hamba-Nya yang meminta dan selalu sanggup mengabulkan permintaan. Maka Allah berfirman “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.Doa adalah dua macam yaitu doa ibadah dan doa permohonan. Kedekatan Allah dengan hamba-Nya terbagi dua macam yaitu ; kedekatan ilmu-Nya dengan setiap mahluk-Nya dan kedekatan dengan hamba-Nya dalam memberikan setiap permohonan, pertolongan dan taufik kepada yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat serta tidak ada penghalang diterima doa tersebut seperti makan makanan yang haram atau semisalnya, maka Allah berjanji akan mengabulkan permohonan tersebut. Apalagi bila disertai hal-hal yang menyebabkan terkabulnya doa seperti memenuhi perintah Allah, meninggalkan larangan-Nya baik secara ucapan maupun perbuatan dan yakin bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Maka Allah berfirman “Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hedaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.Artinya orang yang berdoa akan berada dalam kebenaran yaitu mendapatkan hidayah untuk beriman dan berbuat amal shalih serta terhindar dari kejahatan dan kekejian. [Tafsir As-Sa’di 1/224-225].7. Imam Zarkasi berkata bahwa konsentrasi dalam berdoa serta menunjukkan sikap rendah, tunduk, penghambaan dan merasa membutuhkan Allah adalah merupakan ibadah yang paling agung bahkan demikian itu menjadi syarat sahnya berjanji akan memberikan pahala orang yang berdoa, meskipun tidak dikabulkan Berdoa adalah menyibukkan diri untuk mengingat Allah sehingga timbul dalam hati rasa pengagungan terhadap kebesaran Allah dan ingin kembali kepada-Nya berhenti dari maksiat. Sering mengetuk pintu mempunyai kesempatan besar untuk masuk, sehingga ada pepatah bahwa barangsiapa yang sering mengetuk pintu, maka suatu saat akan diberi izin masuk sehingga dikatakan ”Diberi kesempatan berdoa lebih baik daripada diberi sesuatu”.9. Banyak berdoa bisa menghindarkan bencana dan musibah, sebagaimana firman Allah yang mengkisahkan tentang Nabi Ibrahim Alaihissallam وَاَدْعُوْ رَبِّيْۖ عَسٰٓى اَلَّآ اَكُوْنَ بِدُعَاۤءِ رَبِّيْ شَقِيًّا“Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku“. [Maryam/19 48]Dan firman Allah tentang Nabi Zakaria رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا“Ia berkata ’Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku“. [Maryam/19 4 Al-Azhiyah fi Ahkamil Ad’iyah hal. 38-42].10. Sebagian orang hanya berdoa sekali atau dua kali dan setelah merasa tidak dikabulkan, lalu berhenti berdoa. Jelas tindakan seperti itu adalah tindakan yang keliru bahkan dia harus terus menerus mengulangi doanya hingga Allah Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam يَزَالُ يُسْتَجابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بإثم أو قَطِيعَةِ رَحِمٍ ما لم يستعجلْ ، قيل يا رَسول الله ، ما الاستعجال ؟ قال يقول قد دعوتُ ، وقد دَعَوتُ فلم أرَ يستجيب لي ، فَيَسْتَحْسِرُ عند ذلك ، ويَدَعُ الدعاءَ“Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa“. [Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Do’a 4/87].Menurut Imam An-Nawawi yang dimaksud menyesal adalah meninggalkan doa. [Syarh Shahih Muslim 17/52].Maka seharusnya seorang hamba harus terus berdoa dan tidak boleh bosan serta merasa tidak dikabulkan doanya. Dalam ucapan “Saya berdoa berkali-kali tetapi tidak dikabulkan”.Syaikh Al-Mubarak Furi mengatakan bahwa Syaikh Al-Qari berkata “Yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah tidak melihat hasil doa saya. Terkadang merasa doanya lambat dikabulkan atau putus asa dari berdoa dan keduanya tercela. Perlu diketahui, ada waktu tertentu untuk terkabulnya doa, sebagaimana yang diriwayatkan bahwa doa Musa dan Harun agar Fir’aun dihancurkan oleh Allah baru terkabul setelah empat puluh tahun. Adapun berputus asa dari rahmat Allah tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang kafir”. [Mura’atul Mafatih 7/348].Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa di dalam hadits di atas terdapat etika berdoa yaitu terus mengajukan permohonan dan tidak berputus asa dalam berdoa sebab demikian itu merupakan bagian dari sikap ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah serta merasa membutuhkan Allah, oleh karena itu sebagian ulama salaf berkata “Kami lebih takut dihalangi untuk berdoa daripada dihalangi terkabulnya doa”.Imam Ad-Dawudi berkata “Dikhawatirkan orang yang mengatakan bahwa dia selalu berdoa tetapi tidak dikabulkan maka doanya benar-benar tidak dikabulkan, atau benar-benar tidak dikabulkan penangguhan siksa akhirat atau pengampunan dosa-dosanya”.Imam Ibnul Jauzi berkata “Ketahuilah bahwa doa orang mukmin tidak mungkin ditolak, boleh jadi ditunda pengkabulannya lebih baik atau digantikan sesuatu yang lebih maslahat dari pada yang diminta baik di dunia atau di akhirat. Sebaiknya seorang hamba tidak meninggalkan berdoa kepada Rabbnya sebab doa adalah ibadah yaitu ibadah penyerahan dan ketundukan kepada Allah”. [Fathul Bari 7/348 ]Dari Aisyah Radhiyallahu anha bahwa beliau berkata “Tatkala Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam terkena sihir orang Yahudi bernama Lubaid bin A’sham, beliau berkata sehingga seakan-akan Rasulullah melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya hingga pada suatu malam Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdoa kemudian berdoa dan terus berdoa”. [Shahih Muslim, kitab Salam bab Sihir 7/14]Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menekankan kepada setiap hamba tatkala tertimpa bencana atau musibah untuk memperbanyak doa dan terus berserah diri kepada Allah. [Syarh Shahih Muslim 7/14].Dari Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu berkata bahwa tatkala saya mulai bertempur saat perang Badr saya kembali dengan cepat untuk melihat apa yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, ternyata beliau sedang bersujud dan membaca Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, kemudian saya kembali bertempur, lalu saya kembali lagi ke tempat Rasulullah, saya temui beliau dalam keadaan sujud, kemudian saya kembali bertempur lalu saya kembali ke tempat beliau dan saya temui masih membaca doa tersebut sehingga Allah memberikan kemenangan”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/98]Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ مَا عَلَى الأرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو الله تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إيَّاها ، أَوْ صَرفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ، مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَومِ إِذاً نُكْثِرُ قَالَ اللهُ أكْثَرُ . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ “Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata Jikalau begitu saya akan memperbanyak doa. Beliau bersabda ”Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/78. Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul bari 11/98].11. Hadits yang berbunyi. “Allah mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa“. [Hadits Dhaif, Al-Albani berkata dalam Silsilah Dhaifah bahwa hadits ini bathil 2/96-97].[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 37-42, Terbitan Darul Haq, Penerjemah Zaenal Abidin, Lc.] Home /A7. Adab Do'a dan.../Keutamaan Dan Kemuliaan Do’a
Muslim no. 482] Pelajaran yang terdapat di dalam hadits: 1- Hadits ini menunjukkan dorongan untuk memperbanyak doa ketika sujud. 2- Karena ketika sujud adalah tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. 3- Boleh meminta hajat apa pun ketika sujud dan saat sujud adalah tempat terkabulnya doa. وَعَنِ ابْنِ Selamat Datang di Blog Ardiyan Fikrianoor Banjarmasin, 20 Juli 2019 BERDOA. Kata ini tidak asing lagi di telinga kita. Setiap orang pasti pernah berdoa. Entah itu berdoa memohon hujan, rizki, jodoh ea yang jomblo, atau apapun. Kita semua pasti pernah berdoa. Tapi, mengapa kita harus berdoa? Bukankah tanpa berdoa pun Allah sudah tahu apa yang kita inginkan? Mengapa kita harus menceritakan segala apa keluhan kita pada Allah? Bukankah tanpa kita bercerita pun Allah lebih mengetahui permasalahan yang kita hadapi? Ets…ets…ets… persepsi anda keliru bung! Jawabannya adalah karena kita butuh Allah. Kita tahu bahwa Allah-lah Dzat Yang Maha Perkasa. Dia-lah tempat kita mengadukan segala permasalahan kita. Ya, memang benar. Tanpa kita bercerita pun Allah tahu apa yang terjadi dengan kita. Tapi dengan doa lah, rasa optimisme kita dalam menyelesaikan masalah akan muncul. Karena kita telah berpasrah kepada Allah dalam doa-doa kita. Nah itu mengapa kita perlu bedo’a, karena kita butuh Allah, kita harus memohon dan memasrahkan kepada Allah atas semua kebutuhan kita. Tapi mengapa saat ini masih banyak di antara kita yang berdoa namun tetap berada dalam masalah dan bahkan kecewa dengan apa yang terjadi? Karena kita tidak paham akan esensi dari berdoa itu sendiri. Seringkali kita hanya menjadikan doa sebagai ritual semata, tanpa menghadirkan hati dan rasa butuh pada Allah. Itulah yang membuat doa kita seakan-akan tak berdampak apapun pada kehidupan kita. Berdoa akan membuat kita optimis dalam menghadapi sebuah permasalahan apabila kita khusyuk dan merasa benar-benar butuh pada Allah. Itulah sebenarnya esensi dari berdoa itu sendiri. Apa hanya dengan berdo’a apa yang kita inginkan akan terkabulkan? Tak semudah itu ferguso, kita tidak hanya di tuntut untuk berdo’a saja, namun kita harus membarenginya, menggandengnya dengan yang namanya USAHA. Apa itu usaha zayyeaang? Usaha adalah sebuah modal/mahar dimana modal/mahar itu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Anda ingin menikah tapi modal/mahar nya tidak ada… oh tak semuda itu ferguso. Karena ada pepatah mengatakan Usaha tanpa Do’a adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Jadi kedua hal tersebut harus di kerjakan semuanya. Apa kalau sudah do’a, usaha langsung di kabulkan sama Allah ? Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Apabila kita sudah bekerja keras, usaha, doa kepada Allah namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan mungkin Allah menyiapkan sesuatu yang lebih indah untuk kita, karena tiada rencana terindah kecuali rencana Allah. ikuti jalannya dan terus berdo'alah dan selalu berbuat baik. Terus khusnudzon dengan apapun yang kita dapat sekarang. jangan menyerah, istiqomah. "Tiada usaha yang menghianati hasil" "Inna Ma'a Al-'Usri Yusro" setelah kesulitan pasti ada kemudahan QS. Al-Insyirah 5 "Berakit rakit kehulu berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian" "La Tahzan, Innallaha Ma'ana" Jangan bersedih sesungguhnya Allah selalu bersama kita At-Taubah ayat 40 "Bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya" Al-Baqarah 286terimakasih sudah berkunjung di blog kami, silahkan jika ingin berkomentar
ContohPidato; Materi Geografi; Materi Seni; dalam setiap hal dengan cara memulai segala sesuatu dengan doa. Belajar melayani orang lain, tidak egois/ mementingkan diri sendiri. Belajar terus memandang orang lain lebih utama dari kita. ,contoh pidato bahasa inggris tentang covid-19, pidato bahasa inggris tentang akhlak, contoh pidato
Contoh kultumnya dapat Anda simak di bawah ini. Mukadimah bahasa arab di-latin-kan Bismillahirrahmaanirrahiim, Assalamu alaikum wr., wb., Asyhaduanlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rasuuluhu. Alhamdulillahi rabbil alamiin wabihii nasta'iinu 'alaa umuriddunyaa waddiin wa 'ala aalihii waashhaabihi ajma'iin. Qoolallohu Ta'aala fil Quranil kariim, a'udzubillahi minassyaitoonirrojiim - Ud'uunii astajib lakum al ayah. Hadirin yang mengharapkan ridho Allah, senang sekali karena pada hari ini kita bisa berjumpa di tempat ini untuk menimba ilmu keislaman yang Insya Allah akan menjadi bekal kita di yaumul akhir. Pertama-tama, sebagai muslim kita memiliki kebutuhan untuk dekat dengan sang Pencipta kita yakni Allah SWT. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk memanjatkan puji serta syukur kepada-Nya selama kita hidup di bumi ini, karena semua yang kita nikmati adalah karunia dari-Nya. Shalawat beserta salam yang kita ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW semoga dicurahkan juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga semua yang taat kepada risalahnya mendapatkan keselamatan pula, termasuk kita selaku umatnya. Isi/ bahasan kultum Kultum yang akan saya sampaikan pada kesempatan ini yaitu tentang keutamaan berdoa. Sebagaimana dalam mukadimah tadi, saya telah membacakan firman Allah dalam surat Al-Mu'min atau Al-Ghafir dibaca Al Gofir ayat 60 yang berbunyi "Ud'uunii astajib lakum", yang artinya "Berdoalah kepadaku, maka niscaya akan ku kabulkan". Maha benar Allah dengan segala firmannya. Berdasarkan ayat di atas, jelas sudah bahwa Allah telah menganjurkan kepada kita untuk berdoa kepada-Nya. Dan Allah telah berjanji dalam ayat tersebut akan mengabulkan doa hambanya yang meminta atau memohon kepada-Nya. Jadi, ketika berdoa maka manfaatnya adalah doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sekarang, di pikiran hadirin pasti bertanya-tanya, bukan? Biar saya tebak, mungkin pertanyaan Anda begini. "Saya sudah sering berdoa, tapi mengapa doa saya tidak dikabulkan hingga saat ini?". Anda bisa membacanya melalui link tersebut. Bagaimana cara agar doa kita mustajab cepat dikabulkan? Caranya yaitu dengan menjauhi dan meninggalkan faktor penyebab ditolaknya doa. Dengan demikian, maka Insya Allah, doa yang kita mohon bisa segera dikabulkan. Dan kita selaku muslim, sebaiknya berbaik sangka terhadap Allah SWT, karena dengan hal tersebut hati kita akan selalu terjaga kesuciannya. Dan itu pun menjadi salah satu faktor doa cepat terkabul. Selain itu ada pula waktu khusus yang tepat untuk berdoa, seperti ketika sujud dalam melaksanakan shalat. Sebagian ulama berpendapat bahwa saat bersujud ketika shalat adalah keadaan di mana muslim dekat dengan Allah. Ada juga keterangan yang menyebutkan doa ketika seorang manusia sedang ter*ani*aya, ketika malam lailatul qadar, dan sebagainya. Di luar hal itu, setiap kegiatan yang dilakukan oleh muslim adalah doa. Mengapa? Karena semua aktivitas yang dilakukan seorang muslim semua ada tuntunan-nya, dan ada doa nya masing-masing. Semoga dengan kultum ini, semakin menambah motivasi kita untuk selalu berdoa dan memohon tanpa henti demi kebaikan yang telah kita perbuat kepada sesama manusia. Sehingga kita selalu berlomba-lomba dalam kebaikan untuk bekal di akhirat. Penutup Mari kita segenap berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat. "Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil-akhiroti hasanah, wa qinaa adzabannaar." Wasaalamu alaikum wr., wb., Sahabat Pidato ID, hanya itu Contoh Ceramah Kultum Tentang Doa yang bisa saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Mungkin Yang Kamu Cari Contoh Pidato Bahasa Sunda tentang Kebersihan Lingkungan dan Terjemahannya Contoh Pidato Perpisahan untuk Guru Purnabakti atau Pensiun Contoh Pidato Upacara Bendera Hari Senin Terlengkap Contoh Pidato Peresmian Masjid Baru Contoh Pidato Singkat Calon Presma dalam Pemilihan Ketua BEM Contoh Pidato Perpisahan Guru yang Pindah Sekolah Contoh Sambutan Panitia Kegiatan Seminar Umum Contoh Pidato Motivasi dari Pimpinan Kantor untuk Karyawan Naskah Pidato Singkat Perpisahan Kelas 6 SD Contoh untuk Siswa Ceramah Singkat tentang Faedah Menyantuni Anak Yatim Beserta Haditsnya Contoh Pidato Awal Semester Masuk Sekolah Contoh Pidato Singkat Tahun Baru Ceramah Islami Singkat tentang Manfaat Jujur dilengkapi dengan kisah Nabi Muhammad Pidato Singkat Bahasa Inggris tentang Kemerdekaan dan Artinya Contoh Pidato Bahasa Inggris tentang Global Warming Contoh Pidato Perpisahan Sekolah dalam Bahasa Sunda untuk Siswa Contoh Pidato Bahasa Inggris tentang Pendidikan dan Artinya Contoh Pidato Dampak Pencemaran Lingkungan dan Solusinya Contoh Pidato Bahasa Sunda tentang Pentingnya Pendidikan Pidato Singkat tema Pemberdayaan Lingkungan Cara Membuat atau Menyusun Naskah Pidato Versi Kami Contoh Pidato Sambutan dalam Kegiatan Reboisasi Penghijauan Lingkungan Contoh Pidato Sambutan dalam Acara Ulang Tahun Anak Contoh Ceramah Pendek tentang Kebersihan Contoh Ceramah Islami Singkat mengenai Ikhlas Contoh Ceramah Islami tentang Sabar Contoh Pidato Perpisahan Pimpinan di Kantor Sambutan Ketua Panitia Lomba Agustusan di Desa Contoh Pidato Sambutan Ketua Pelaksana Kegiatan Maulid Nabi Ceramah Mengenai Kewajiban Mencari Ilmu Contoh Ceramah Kultum Tentang Doa injf.
  • bgu7squ0n5.pages.dev/285
  • bgu7squ0n5.pages.dev/14
  • bgu7squ0n5.pages.dev/176
  • bgu7squ0n5.pages.dev/81
  • bgu7squ0n5.pages.dev/297
  • bgu7squ0n5.pages.dev/44
  • bgu7squ0n5.pages.dev/378
  • bgu7squ0n5.pages.dev/368
  • bgu7squ0n5.pages.dev/370
  • materi ceramah tentang doa